Bahaya Merpati pos

By   28/02/2016

Bahaya Merpati Pos(The Dangerous of Racing Pigeons /Bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat)

Sebagai orang yang pernah menjadi pemula, pada awalnya saya banyak terprovokasi dengan cerita-cerita dan bujukan bujukan para pemain lawas yang membanggakan merpati hasil juaranya entah mereka dapatkan dari lelang maupun hasil racikan sendiri kemudian dia lombakan.

Strain/ Trah adalah brand awareness

Sebagaimana trah adalah keluarga merpati pos yang merupakan ramuan atau hasil breeding dari si A. Semisal si A mengambil beberapa materi breeding dari B, C, D dan E. Kemudian melakukan test dan hasil yang didapatkan itu missal membawa 10% keberhasilan. Maka si A mengembangkan dari 10% bloodline tersebut hingga dapat mendapatkan kemenangan kemenangan lain. Semakin banyak record kemanangan diperoleh maka Si A patut membawa nama Trah/Strain. Fenomena ini terjadi pada fancier yang sangat fenomenal di Amerika, Mike Ganus. Dia mengambil beberaa materi breeding dari beberapa strain terbaik di Eropa misalnya Janssen, Hofkens, Houben, dan strain lainnya. Dari hasil racikannya, sering membawa kemenangan dalam beberapa event club maupun OLR kelas dunia. Tak heran Mike Ganus menjual hasil burung breedernya ribuan dolar harganya dan menjadi sosok yang fenomenal dari hasil breedingnya kemudian disebutnya Ganus Family.

Brand awareness di sini dapat kita jumpai ketika di Indonesia kita liat orang banyak membeli air mineral botol dengan sebuatan “aqua”, padahal aqua sendiri adalah merk dan masih banyak banyak merek air mineral lainnya. Dahulu kala, Aqua ini adalah air minum tak berasa yang dikemas dalam botol, dan dihargai Rp.70,- (tujuh puluh rupiah) dan banyak mendatangkan banyak cemooh lha wong air putih kok dikasih botol dan dijual. Namun persepsi itu dapat dirubah hanya dengan merubah harganya menjadi Rp 700,- (tujuhratus rupiah). Dan berawal dari bebrapa pembeli yang berasal dari segmentasi khusus. Alhasil, aquapun mulai dikonsumsi dan meresap di hati para penggemar air mineral.

Di Indonesia ini saya amati banyak orang yang malu malu untuk “berbisnis” dengan merpatinya. Cara cara tak etis bisa dilakukan dengan melakukan penyerangan terhadap jenis merpati post rah lain. Namun sebagai pemula tak usahlah terpancing, dengarkan dan lakukan evaluasi dengan seksama jangan mudah termakan isu persuasif. Lakukan test dengan netral dibeberapa club dan saran saya bagi pemula tidak usah menjadi pengurus club dulu meskipun anda tampak berbakat karena bisa jadi orang yang oposisi dengan anda tidak menyukainya. Fokus pada hasil breeding anda dan race… then, the result will suit your effort. Tak heran juga fenomena juara banyak di raup oleh pemula di negeri tercinta ini. Kembali lagi ke “brand awareness” pernahkah anda mendengar TSH? Atau pernahkah anda mendengar supercrack? Pernahkah anda mendengan trah FN… hampir semua senior maupun junior pasti pernah mendengarnya.. nah itulah Brand awareness.

Out Crossing Vs. Inbreeding
(Breeding Technical)

Masing masing metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun pendekatan itu harus kita sesuaikan tujuan output apa yang ingin kita inginkan. Misalnya kita ingin mencetak racer, sebaiknya lakukan breeding plan semisal pembukaan OLR akan dimulai bulan Maret, maka buatlah breeding plan awal tahun anda harus menyiapkannya lakukan pairing dengan menggunakan metode out crossing. Kelebihan metode ini saya rasa sudah dibahas pada ulasan ulasan senior di group sebelah. Kedua, metode Inbreeding bisa dilakukan dengan 2 cara pokok yaitu inbreeding (closed incest) maupun line breeding yakni menyilangkan darah yang dekat namun tidak terlalu incest. Cara ini adalah untuk menjaga agar genotip otputnya tidak jauh berbeda karena metode outcrossing akan melahirkan variasi genotip yang lebih banyak sehingga probabilitas sifat yang dibawa genetik bisa luntur walaupun tidak seluruhnya luntur namun natural breeding dengan cara ini adalah menggunakan pendekatan probabilitas. Hasil inbreeding ini diharapkan untuk mencetak stock bird untuk bisa dijadikan indukan agar generasi yang memiliki karakter dengan induknya tidak punah. Stok ini akan dibreeding dengan metode outcrossing ketika sudah mengalami fase breeding ketika dewasa. Hasil itu kemudian di test apakah racernya “jalan” apa tidak. Jika dari beberapa percobaan membuahkan hasil dan generasi yg dihasilkan mirip dengan induknya terdahulu.. Lulus dan pula sebaliknya.

Tulisan – Tulisan Persuasif modus iklan

Sebagai pengamat artikel merpati pos, ada beberapa senior melakukan penulisan mengenai artikel menyangkut breeding technique. Ada yang ditulis dengan gaya bahasa santun, sopan dan berisi sehingga pembacanya pun seakan manggut-manggut dan mengiyakan. Di pihak lain, ada yang inginmendupikasi gaya Ad Schaerlaeckens sok blak-blakan namun malah banyak menyakitkan orang bahkan menjawab pertanyaan “nylekit” (istilah dalam bahasa jawa) bahkan merasa bahwa pigeons world adalah pernah dikuasainya. Saya sedikit tertawa kecil ketika ada sebuah artikel yang dipasang di group mengatakan bahwa untuk melakukan crossbreeding dengan hasil burung yang sudah teruji di arena balap. Ya tidak sepenuhnya menyalahkan, tapi ketika mengarah untuk melakukan purchase terhadap produk tertentu ya sebut aja bahasa bakul. Bahkan ada fancier dari luar negeri bilang “Apakah anda mengenal si X, seorang pemain senior di Indonesia?” dia mengatakan ke saya untuk mengimport merpati saya jenis ini.. Lah… wong nang njero ae dia bakulan dan menulis artikel burung lokal lebih jozz.. kok isih pengen ngimpor. Yo embuh lah…

Racing Pigeon for Money

Di Thailand permainan balap merpati pos selain hobby juga banyak para fancier mengatakan “I’m racing pigeon for money” wajar lah.. dan ini justu malah saya sebut cara blak-blakan. Kemudian ditambah lagi “ “I spent many dollars just to buy few pigeons, So if I sell my champion descendant in expensive price its rational. You must appreciate my long process” itulah kalimat yang sering diucapkan top 10 fancier di Thaiand. Bahkan, ada beberapa mereka yang financialnya sudah melimpah, takkan mau menjual merpati lagi meski diburu orang sebagai Contoh keluarga Pokhpand.
Tipe yang bagaimanakan anda: Pemain sejati? Pengasong? atau marketer produk dan program merpati pos? That’s up to you.

Penulis : Akhmad Khairudin – Jogjakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *