Defisiensi Vitamin

By   04/01/2016

Defiseinsi Vitamin
Karena vitamin bersifat mudah rusak, maka sulit bagi kita menjamin bahwa kadarnya akan stabil dalam pakan, terlebih jika pakan menjalani proses pengangkutan yang cukup jauh atau penyimpanannya tidak sesuai. Apabila terjadi kekurangan vitamin pada unggas, maka gejala kekurangan (defisiensi vitamin) pun kadangkala akan muncul. Salah satu contohnya, pada kasus defisiensi vitamin B kompleks bisa terjadi penurunan fungsi saraf, metabolisme energi, pertumbuhan dan produksi, sebab vitamin B kompleks merupakan grup pembentuk ko-enzim. Beberapa gejala defisiensi vitamin ini dapat dilihat pada Tabel.

Sementara gejala defisiensi vitamin C pada unggas sangat jarang terjadi sebab unggas memiliki enzim l-glukolaktone oksidase yang berfungsi mensistesis vitamin C (asam askorbat) dari glukosa. Suplementasi vitamin C diperlukan pada saat tertentu, terutama saat kondisi lingkungan (suhu dan kelembaban) tiba-tiba berubah atau stres akibat perlakuan (vaksinasi, pindah kandang, ganti ransum, dll), karena proses sintesis vitamin C tidak secepat perubahan lingkungan yang terjadi.

Meski demikian, jangan terlalu sering memberikan vitamin C murni dalam dosis tinggi pada unggas. Hal tersebut merupakan pemborosan karena kelebihannya oleh tubuh akan dibuang. Lebih dari itu, pada layer, pembuangan kelebihan vitamin B dan C yang terjadi secara terus-menerus akan membebani ginjal.

Sumber : Info Medion Online (http://info.medion.co.id)

One Comment on “Defisiensi Vitamin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *