Line Breed

By   23/02/2016

Line breedMembicarakan breeding memang tidak pernah ada akhirnya. Selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Saat membahas lebih dalam tentang inbreeding pun menyisakan segudang pertanyaan. Apa lagi kalo disusul dengan istilah baru seperti line breed misalnya. Line Breed adalah pola lain yang termasuk di dalam inbreeding juga. Hanya saja pada line breed tingkat kekerabatan kedua induk tidak lagi sedekat inbreed. Hubungan darahnya mulai agak menjauh, sekitar 2 atau 3 derajat. Misalnya sesama saudara tiri atau antara om atau tante dengan keponakan.

Kembali pada pertanyaan yang mendasar, kapan kita perlu melakukan line breed ? Atau dengan kalimat lain, apa tujuan dari line breed ? Secara prinsip tujuan dari inbreeding adalah mengumpulkan gen baik dari suatu burung yang dijadikan dasar. Harapannya agar pada keturunan selanjutnya gen-nya menjadi homogen. Cara tercepat mengumpulkan gen ini sudah pasti dengan inbreed derajat dekat, antara orang tua dengan anaknya atau antara saudara kandung. Hitungan secara matematis prosentase dari darah burung yang dijadikan dasar akan terkumpul dengan cepat.

Tapi cara cepat tadi harus dibayar dengan penurunan vitalitas pada keturuannya. Karena rumus umum yang berlaku pada hukum genetik adalah bila gen semakin homogen maka vitalitas akan semakin menurun. Efek negatif ini sering disebut dengan istilah inbreed depression. Oleh karenanya pola inbreed derajat dekat dilakukan dengan tujuan membuat indukan. Bukan mencetak racer, karena racer memerlukan vitalitas yang tinggi. Bahasa lapangannya darah hasil inbreed terlalu kental untuk dijadikan racer.

Untuk mengatasi ini maka muncul pilihan pola lain di dalam inbreeding yaitu line breed. Pada line breed hubungan antara kedua induk tidak lagi sedekat pada pola sebelumnya. Harapannya darahnya tidak terlalu kental lagi dan vitalitasnya terjaga. Plus usaha untuk mengumpulkan atau mempertahankan gen baik dapat terpenuhi juga. Hasil line breed dapat difungsikan sebagai indukan (breeder) maupun sebagai burung lomba (racer). Hanya saja perlu kehati-hatian khusus saat memasukan darah baru pada jalur yang sudah terbentuk. Tidak semua darah burung lain kompatibel dengan jalur yang telah atau sedang dibentuk. Efek negatifnya bisa membuyarkan gen yang sudah homogen pada jalur yang ada. Untuk ini perlu satu ketrampilan lagi dalam hal pairing indukan. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *