My Shifu From OSLO

By   19/12/2015

Po_and_Shifu_back_from_trainingJumat malam (18/12/2015) jam 20.00 saya baru masuk, HP pun bunyi. Ternyata dari pak ketua LLB isinya pun pendek,”Mas.. pak David sudah di Central.” Sebenarnya pak David Hendrayana sudah di Jakarta sejak Kamis sore, dan harusnya kami ketemu di hari Kamis tersebut. Tapi karena kesibukannya maka baru sempat Jumat malamnya. Sesibuk apa pun bisnisnya, pak David selalu menyempatkan diri ke LLB bila ke Jakarta. Kalo jarak dan waktunya memungkinkan sudah sepantasnya saya menyempatkan diri. Simbah bilang dipanten-pantesin… Minimal say hello lah….

Obrolan berjalan begitu hangat tidak terasa sampai jam 23.30. Isinya tidak ada yang penting sebenarnya. Pak David cerita kabar di Dirgantara, kami cerita kabar di LLB. Bicara soal burung, mulai anatomi, breeding, lomba dan lain-lainnya. Sampai pada suatu kesempatan,”Mas Nino, saya perhatikan 2 tahun terakhir hasil lombanya cukup meningikat drastis ya?” Saya cuma jawab,”Lho…kan pak David yang ngajarin saya. Ingat tidak 2 tahun yang lalu pak David berpesan kalo saya harus cari burung stabil sampai di jarak 800km. Dan pesan itu yg saya sedang kerjakan….Walau saya sudah punya burung stabil di jarak itu, saya masih perlu test ulang di tahun 2016 nanti…”

Pak David nyambung lagi kira-kira isinya begini,”Mas Nino main di LLB. Minimal burung harus bisa sampai ujung pulau Jawa. Jarak 800 km ya ?” Saya merespon dengan jawaban,”Pak kita lepas urusan politik di merpati pos ya… Saya pribadi merasa sangat cocok dengan pola penerbangan di LLB. Dasar kecocokan saya pada teknis lombanya. Loncatan setiap titiknya dan frekuensi penerbagannya. Kalo burung saya diterbangkan dengan pola rapat dan berulang, kemungkinan besar akan utuh. Tapi dengan begitu saya akan kesulitan melakukan seleksi. Asal burung itu sehat, ya pasti pulang lah… Bukan cara seleksi seperti itu yang saya mau…” Uraian panjang pun berlanjut seputar pola-pola penerbangan.

Kebetulan saya ingat komen pak David di beranda FB saya, sekalian saya tanya,”Beberapa waktu yang lalu pernah tanya salah satu pedigree burung saya. Memang ada apa dengan burung itu? Ada apa dengan pedigree-nya, bagus kah ?” Uraian pak David cukup panjang, kurang lebih kalo saya ringkas akan seperti ini,”Mas Nino dalam membaca pedigree ada 2 pendekatan. Pertama adalah karakter burung yang muncul. Kedua adalah alur mitrokondria-DNA pada pedigree. Saya lebih suka membaca berdasarkan karakter yang muncul. Alur DNA hanya saya pakai untuk pertimbangan tambahan. Kalo saya lihat dari pedigree yang kemarin yg muncul adalah 2514. Yang di mas Nino itu betina ya, jatuhnya cucu ya? Nanti saya kirimkan anak langsung yang jantan dan kopelkan dg betina itu. Kentalkan darahnya dan jadikan indukan.”

Uraian begitu panjang mungkin tidak semuanya tercerna dibenak saya. Saat pak David menerangkan pun di pikiran saya,”Wah….PR lagi nih dari suhu. Urusannya main goolge lagi nyari topik alur DNA. Apa lagi itu mitokondria ? Ilmu pak David kok ga abis-abis nih…” Dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya ilmu seseorang siapa yang tahu. Cuma sekedar berbagi pengalaman dari pemula seperti saya…

Jakarta, Desember 2015
Mas Nino

3 Comments on “My Shifu From OSLO

  1. abuhamzahdisunter

    mau meluncur tapi malu ah newbie soalnya hehehee

  2. Immawan

    klo ketemu dan ngobrol dg Pak David jadi luoa waktu ngobrol asyik apalagi masalah mpos, lha pas di rmh pak david lebih banyak ngobrolin jamur

  3. Mas Nino

    Wah, aturan dateng aja mas Abu… Kalo pak Immawan sih sebenernya deket, tinggal menuncur ke Lesanpuro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *