Menyiapkan Pakan

Salah satu kegiatan penghobi merpati pos yang rutin dilakukan adalah menyiapkan pakan. Bila tenaga dan waktunya cukup akan sangat baik bila pakan kita bersihkan dahulu. Proses pembersihannya bisa dengan cuci dan tampih. Bila dicuci tentu kita harus memastikan kadar airnya berada di bawah 12,5%. Biasanya bila panas matahari terik dengan penjemuran selama 2 hari hasilnya kadar air akan berada di bawah 12,5%. Ini akan baik

Baca selanjutnya...

Populasi Merpati Pos

Dulu untuk membeli merpati pos yang standard kualitas lomba saja sulit sekali. Komunitasnya sedikit dan relatif tertutup. Begitu juga sebaliknya saat hendak menjual merpati pos juga sulit sekali. Orang awam tidak akan tertarik. Tukang burung pun enggan membeli. Mungkin di mata orang yang awam, merpati pos derajatnya dianggap lebih rendah. Mungkin karena mereka berpendapat merpati pos tidak bisa “dimainkan”. Sebenarnya bukannya tidak bisa dimainkan, hanya

Baca selanjutnya...

Kreator, Kolektor dan Pendaur Ulang

Menjadi ternama karena kreasinya sangat berbeda dg terkenal karena memainkan merpati ternama. Pada tataran kreator namanya akan terkenang sampai sekian generasi. Seolah-olah namanya terabadikan dg sendirinya. Contoh nyata adalah Jan Arden seorang kreator merpati pos yang melegenda dan mendunia. Kebanyakan pemain merpati pos akan berusaha untuk menjadi kreator. Paling tidak mencoba untuk bisa memiliki burung dari hasil kreasinya sendiri. Dengan mengkombinasikan beberapa galur yang sudah

Baca selanjutnya...

Siklus Merpati

Setiap mahluk hidup memiliki siklus hidup yang berbeda satu sama lainya, demikian juga dengan merpati pos. Secara alamiah merpati pos sudah ada yang bisa bertelur saat usianya sekitar 5 bulan. Umumnya para pemain merpati pos mulai menjodohkan saat usianya sudah diatas 7 bulan. Atau patokan yang dipakai saat sudah rampas pertama, yaitu saat seluruh bulu sayapnya sudah berganti untuk pertama kalinya. Ada juga pemain yang

Baca selanjutnya...

Kisah Aneh

Kejadiannya sekitar 3 minggu yanga lalu. “Selamat pagi mas Nino…,” seorang pria paruh baya menepuk pundak saya dengan ramah. Rambutnya memutih dg kacamata berbingkai bulat, very old fashioned. Agak aneh karena perawakannya seperti orang Eropa tetapi bahasa Indonesianya begitu fasih. Masih ditambah kok tau nama saya. Belum habis heran saya kembali dia berpesan,”Hari ini ada seekor piyik menetas di kadangmu dan ada sisa satu ring

Baca selanjutnya...